Sabtu, 21 Mei 2011

14 Sai No Haha -- 14 Year Old Mother--

Judul Lain : 14-year-old Mother / Juyon-sai no Haha / Mother at Fourteen

Casts:

Shida Mirai as Ichinose Miki (14)

 Miura Haruma as Kirino Satoshi (15)


“Siapkah kita menjadi ibu di usia yang sangat belia?”

Layaknya para gadis ABG, Miki (Shida Mirai) yang masih duduk di SMP mulai mengenal cinta terhadap lawan jenisnya. Pria yang disukai Miki tak lain adalah Kiri-chan (Miura Haruma) teman bermainnya yang menuntut ilmu di sekolah yang berbeda. Berawal dari kebiasaan berbincang-bincang berdua, akhirnya mereka pun terjerumus ke dalam perbuatan yang lebih jauh (Duhh, Kayaknya Miura haruma ini suka sekali 'menghamili' anak orang yah??hehehe.. di Filnya "Koizora" pun Miura diceritakan menghamili Mika teman sekolahnya). Miki dan Kiri yang belum menyadari akibat dari perbuatan yang mereka lakukan di suatu malam itu pun terus melanjutkan kehidupan masa mudanya yang penuh impian. Miki yang ingin menjadi penyiar dan Kiri-chan yang ingin masuk sekolah favorit. Sampai suatu hari, Miki mulai merasakan perubahan dalam tubuhnya dan dengan alat tes kehamilan yang terpaksa ia curi di toko obat, ia pun mengetahui kehamilannya.



Pada awalnya Miki yang masih berusia 14 tahun berusaha untuk menyembunyikan kehamilannya. Namun, tentu saja keluarga Miki tahu dan meminta Miki untuk memberi tahu siapa ayah dari bayi yang dikandungnya. Keluarga Miki kemudian menemui Ibu dari Kiri-chan dan meminta pertanggungjawaban dari anak lelakinya. Namun, Ibu Kiri-chan yang merupakan pengusaha sukses menolak dan menyuruh Miki untuk menjauhi Kiri-chan.Saking frustasinya sang ayah menyarankan Miki untuk aborsi saja, tapi Miki menolak. Dia ingin melahirkan bayinya, lalu ibunya pun berkata bahwa tidak mudah menjadi seorang ibu diusia yang mesih sangat muda. apa Miki tidak menyadari apa yang harus dia korbankan jika dia tetap mepertahankan kehamilannya? "Kau akan kehilangan masa muda mu, hidup mu akan berubah 180 derajat, kau tidak akan bisa menggapai cita-cita mu untuk menjadi seorang penyiar radio, apa kau sadar semua itu?" ucap ibunya frustasi.



Seorang wartawan ambisius yang selalu berusaha mengorek kehidupan Ibu Kiri-chan, ia berusaha mencari tahu ada apa sebenarnya. Sementara itu berita kehamilan Miki sudah beredar keseisi sekolah, Miki pun akhirnya memutuskan datang kesekolah, dan itu membuat teman-teman nya kaget, mereka bertanya apa Miki benar-benar hamil? dengan mantab dan penuh keyakinan Miki menjawab itu benar dan aku akan melahirkan bayi ini. Lalu seorang teman nya bertanaya "kenapa? apa kau idiot? apa yang bisa kau lakukan? kau hanya gadis 14 tahun?"
Lalu Miki pun menjawab " Ibu ku pernah berkata bahwa hal paling berharga di dunia ini adalah diriku, ia berkata hari paling membahagiakan adalah saat ia memiliki ku.. Dan aku pun menginginkannya, aku ingin bertemu dan melihat nya, melihat bayi ku..!" (sedih banget pas dialog ini...anak 14 tahun loh yang mengeluarkan kata-kata seperti itu...ckckckck!!)


Aku suka sekali dengan gambar pembuka di film ini, symbolic abisss...
Merikuk seperti sesuatu yang rapuh, seperti seorang bayi..
So nice.. ^^

Miki pun memilih untuk menjadi seorang ibu meskipun Miki dihadapkan pada kenyataan bahwa Kiri-chan menolak untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. (Arghhhhh....!!!)

“Aku tidak bisa… tidak bisa kalau sekarang. Kalau nanti bisa…” begitulah ucapan Kiri-chan yang membuat Miki tersentak. Bagaimanapun Miki tidak bisa membenci Kiri-chan. “Aku akan berusaha keras melahirkan bayi ini. Kiri-chan juga ya, berusaha keras untuk masuk sekolah favorit” ucap Miki tegar.

Kiri-chan merasa bersalah, di marah pada dirinya sendiri saat tahu kalau Miki mempertahankan bayinya, " dia melakukannya, dia berjuang, tapi aku..aku tidak bisa melakukan apapun.." Kiri-chan menangis.( disinilah letak perbedaan paran Miura sebagai Kiri-chan dan Hiro "Koizora", Kiri-chan begitu lemah dan lembek, terkesan sebagai laki-laki tidak bertanggung jawab, sementara Hiro begitu bersemangat dan rela melakukan apapun demi orang yang di cintainya, but over all, aktingnya Miura oke bangettt.. ^^)


Dorama yang sangat berbobot dan penuh makna, sebagai seorang perempuan saya sangat mengerti apa yang dirasakan Miki dan juga ibunya. Miki masih terlalu muda untuk memiliki tanggung jawab sebagai seorang ibu, tapi ia merasa ini adalah sesuatu yang harus ia pertahankan, bukan salah bayi dalam kandungannya kan? Miki pun dengan sangat bijak memutuskan untuk mempertahankan bayinya, dkita an mengabaikan semua yang harus ia korabankan untuk itu. (saluttt..iks..iks..!!). Namun kesedihan yang dirasakan ibunyapun tidak kalah dahsyat, kira-kira bagaimana rasanya mengetahui anak gadisnya hamil di usia yang masih sangat muda? pasti sangat berat dan tertekan, tapi si ibu ini tidak marah-marah atau menghakimi Miki dengan berlebihan. Dia berusaha mengerti dan mengingatkan putrinya tentang tanggung jawab sebagai seorang ibu, sampai akhirnya ia pun tersadar bahwa Miki bukan lagi 'gadis kecil' nya lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar