Minggu, 15 Mei 2011

Hidup Adalah Sebuah Pilihan

Hidup itu seperti kanvas, putih dan tak bernoda.. kitalah yang menggoreskan warna, dan menggambarnya dengan goresan-goresan penuh makna.

Entah hasil akhirnya akan berupa lukisan indah, atau hanya berisi coretan-coretan abstrak.. Namun semua itu diri kita sendirilah yang menentukannya..

Kita menentukan sendiri, lukisan apa yang hendak kita buat dalam menjalani hidup ini.

Dulu, aku pernah menjadi seseorang yang merasa paling tidak beruntung di dunia. Aku pernah merasa begitu kesepian dijagad raya yang luas ini, merasa menjadi orang paling menderita di bumi ini, aku merasa Tuhan begitu tidak adil pada ku.

Hufhh...
Entah bagaimana menjelaskan betapa seringnya aku merasa terjatuh, betapa sakitnya rasa itu, betapa aku merasa begitu lemah untuk bertarung menghadapi keadaan ku.

Aku butuh waktu yang lama untuk tersadar ternyata musuh terbesar adalah diri ku sendiri, aku berusaha berkompromi dengan keadaan tapi aku lupa untuk berkompromi dengan diri ku sendiri. Sampai pada akhirnya seseorang menyadarkan ku, bahwa yang terpenting dalam hidup ini adalah bagaimana caranya kita belajr untuk menerima segala sesuatu yang sudah tentukan olehNya. Bersyukur itulah kuncinya.

Kebahagian ternyata sesuatu yang abstrak, yang maknanya kembali pada pandangan dan standarisasi diri kita sendiri.
aku pun berfikir, bagaimana bisa kita bersyukur jika kita memiliki standar tentang rasa bahagia itu sendiri?!

hidup adalah sebuah pilihan, bahagia atau tidak semua itu kembali pada pilihan kita untuk menatap dunia ini.

saat ini, aku telah sampai dititik dimana aku tidak menyesali setiap jengkal hal yang telah aku lalui. seperti ayah ku pernah bilang -ketika menajariku bermain sepeda- ...kalau belum jatuh berkali-kali belum bisa main sepeda.. yah..saat itu aku belum mengerti, aku hanya merasa ayahku memintaku untuk jatuh berkali-kali untuk dapat menaiki dan memgendalikan sepeda itu. dan ternyata, seperti itu pula hidup ini, kita harus jatuh berkali-kali untuk dapat mengendalikan kehidupan kita sendiri. hufh.. jangan pernah takut untuk jatuh, bukankan semakin sering kita terjatuh, semakin kita tidak takut pada sakit.

maka bahagia atau tidak
nya hidup ini, semua kembali pada pilihan yang kita ambil dalam menatap kehidupan yang tidak abadi ini. kita yang memilih warna dan menentukan lukisan apa yang akan kita buat...


“resti”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar