Minggu, 19 Juni 2011

PUISI

Pas mikir-mikir tentang Quote dari film-film Indonesia, I remember about this movie, film yang menjadi cikal-bakalnya kebangkitan film Indonesia. 

Yupss,,AADC alias Ada Apa Dengan Cinta..
Film yang Booming banget di awal tahun 2000an..yang akhirnya mengangkat nama para pemainya yaitu Dian Satrowardoyo sebagai Cinta dan Nicholas Saputra Sebagai Rangga, dua karakter yang berbeda yang terlibat kedalam sebuah rasa bernama C.I.N.T.A..heheheh..



Gak cuma film dan pemainnya yang ngeBOOM tapi juga Soundtrack dari film ini juga gak kalah laris manis, bahkan masih di ingat samapai sekarang,, Hal lain yang masih di ingat tentu saja PUISI nya...
Pasti masih pada inget dong sama kata-kata "Pecahkan saja gelasnya,,," hehehe....

Ini aku merewrite puisi-puisi dalam film AADC.. Spesial buat yang pada kangen sama film ini..^^

Ketika Tunas Ini Tumbuh
 
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
Bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ahh.. diluar itu pasir diluar itu debu
Hanya angin meniup saja
Lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yg tau
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa
Semuan karena..
Kita adalah..
SATU


Puisi yang di buat oleh cinta, dahsyat..Tapi sayangnya dikalahkan oleh puisi milik Rangga, siswa pendiam yang gak eksis sama sekali di sekolah, yang kerjanya cuma mojok di tempat sepi dan sibuk dengan bukunya saja.



Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi… sepi dan sendiri aku benci
Ingin bingar aku mau di pasar

Bosan aku dengan penat
Enyah saja engkau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai


Ini puisi Rangga yang berhasil memenangkan kan kompetisi disekolah, yangmembuat Cinta marah dan keki, karena ternyata ada orang lain yang jauh lebih dahsyat dalam berpuisi dari pada dirinya,,,Hehehe..^^
Semalaman Cinta terus membaca puisi ini, sampai akhirnya ia membacakan puisi ini dengan bernyanyi didepan Rangga.. cuittt..cuittt.....

 Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya 

Bukan untuk siapa...tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja...

 

 Nah yang ini tau dong, Puisi yang rangga buat ketika harus meninggalkan Indonesia. hehehe, adegan norak dibandara, wkwkwkw,,,^^



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar