Rabu, 20 Juli 2011

Argghhh...

Lagi kesel banget nih sama Bioskop plus birokrasi di Negara ini..
Ampun dehhh, entah udah berapa film keren terlewatkan,, iks, sepele sih..tapi buat movie holic seperti aku ini adalah hal menyebalkan..

Gak bisa melihat aksi keren Johny Depp di Pirates Of Caribbean : On The Stranger Tides, Kungfu Panda 2, Cars 2, dan yang lebih pahit gak bisa lihat pertempuran seru Harry Potter dan You-Know-Who di Harry Potter and Deadhly Hallows Part 2.. Belum lagi Transformers : Dark Of The Moon...



Hwaaaduhhh, ampun deh..
Emang sih, konon kabarnya Harry Potter dan Transformers bakalan tayang di bioskop-bioskop kita, Tapi...tetep ajah jadwalnya Basiiiii!!! alias lamaaaa....otak udah keburu terkontaminasi sama Bajakan yang kecepatannya udah kayak laju motornya The Doctor. 



Heran deh sama pemerintah.. LOH kenapa BeTe nya jadi sama pemerintah??
Hufffhh, penghentian masuknya perfilman Holliwood ke Indonesia ditengah menjamurnya bioskop-bioskop kan gak terlepas dari campur tanggan pemerintah, dan semuanya karena Uang..Ohh uhooo..lagi..lagi..Uang...lagi..lagi..Uang...

Udah bukan rahasia lagi kalau penciuman para wakil rakyat kita ini tajem banget deh kalau soal uang, semua hal di bisnisin, semua hal diukur pakai rupiah yang didapatkan,, alasannya sih demi rakyat, semua untuk rakyat,, tapi pada kenyataannya?? hmmm,, silakan jawab sendiri...

Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, saat perfilman Holliwood ditarik peredarannya di Indonesia. Isu yang timbul adalah 'ini merupakan kesempatan bagi para sineas perfilman Indonesia untuk mendominasi perfilman dalam negeri' . Yahhh, sebagai orang Indonesia saya setuju sekali dengan pendapat ini. Negara kita harus bisa mencontoh Korea, China, atau India yang menjadikan film dari anak bangsa sebagai yang utama. TAPI,,,,bodohnya adalah kita hanya berharap bisa menjadi raja di negeri sendiri, berharap bisa mendominasi, menjadi negara yang produktif dalam dunia perfilman, tapi selalu ngasal...!!!

 Film Asli karya sineas India, Karan Johar yang dulu sukses dengan Kuch-Kuch Hota hai
Film in gak cuma sukses di negaranya tapi hampir diseluruh dunia, Tahu kenapa???
karena film ini Indah, sangat indah..
Tidak hanya berisikan percintaan, tapi juga syarat pesan sosial
 "My name is Khan, and I'm not the teroris!!"

Bagi sineas dan produser-produser Indonesia yang penting bikin film, yang penting tayang, yang penting jadi duit, tapi gak memikirkan bagaimana alur cerita yang bermutu, bagaimana sinematografi yang cantik, musik yang berkualitas, pengambilan gambar yang artistik, effect yang menukau, punya pesan moral,,,  semuanya ngasallll...pokoknya yang penting jadi duit lahh! Perduli setan sama semua unsur itu,, makanya isi film Indonesia pun 90% setan-setanan! Saya jadi bertanya-tanya, mungkin kah para sineas-sineas dan produser-produser film hanya cinta pada uang, bukan pada film?? karena menurut saya secara pribadi orang yang benar-benar mencintai film pasti ingin menghasilkan karya yang spektakuler dan waaahhh...bukan yang hanya sekedar ambil gambar doang.

Coba lihat sedikit banget film Indonesia yang bener-bener bagus dan bermutu, rata-rata isinya cuma setan plus esek-esek gak jelas..yang kaya begini nih yang mau diJadiin raja di negara sendiri??yang mau mendominasi?? Ampun dehhh, mau jadi apa penerus bangsa kalau dikasih 'makan' makanan gak sehat kaya begini???

Sorry to say, tapi ini adalah faktanya. Ditengah pemberantasan pornografi plus pembodohan masyarakat, film-film murahan yang jalan ceritanya ajah ngawur gak jelas bisa tayang dengan mudahnya di bioskop-bioskop Indonesia. 

'Mereka' orang-orang yang memperhitungkan betapa ruginya negara dengan masuknya film Holliwood yang  (katanya berbea masuk rendah) merajai bioskop Indonesia seolah tidak pernah berfikir dampak yang ada pada masyarakat jika terus-terusan di suguhi film-film kacangan yang gada mutunya. Memang gak semua film Indonesia kacangan, seperti film baru dari Ari Singasale yang sempat sukses dengan 'Denias', kini muncul film Serdadu Kumbang menurut saya secara pribadi adalah film yang untuk ukuran negara kita sanagt bagusss, sangat mendidik, dan sangat TIDAK asal-asalan.. 

Posternya ajah bernilai seni...^^

Gak perlulah muluk-muluk, berharap bisa menciptakan karya semegah Avatar, seindah Titanic, atau menghidupkan cerita-cerita fantasi seperti The Lord Of The Ring atau Alice In the Wonderland. Tapi cukup menyuguhi masyarakat dengan film-film sarat makna dengan alur cerita yang jelas dan sinemetografi yang indah seperti film Denias yang menyajikan panorama Papua yang MassyaAllah Indahnya, atau Laskar Pelangi yang memperlihatkan keindahan Belitung, atau seperti  film GIE yang kental dengan unsur politik tapi tetep cantik dengan tatanan bahasa yang sangat indah. 

Huffhh, tapi harus diakui perfilman kita masih jauh dari itu smeua. Dan alangkah ironisnya larangan masuk perfilman Holliwood ke negara kita, karena pada akhirnya referensi kita hanyalah film-film murahan. Akan sulit untuk memotivasi sineas Indonesia untuk menghasilkan karya secemerlang Steven Spelberg atau James Camerron. 


Hahhh,, lagi-lagi rakyat hanya bisa mengeluh tanpa ada yang mendengarkan...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar