Selasa, 30 Agustus 2011

Dilema Angka #1




Terkadang kita menghabiskan waktu, pikiran dan tenaga kita hanya untuk menjadi yang pertama. Menjadi #1 adalah impian dari setiap orang dimuka bumi ini. Ingat perjuangan Brutus untuk mengalahkan Popeye? Apapun Brutus lakukan demi mengalahkan Popeye, dari cara yang halal sampai tidak halal, karena ia ingin lebih unggul dan hebat. Atau kisah Sun Go Kong yang menantang Budha karena ingin menjadi nomer satu di bumi ini.

Hmmm,, #1 adalah nomer yang sangat precious untuk banyak orang.

Tapi tidak untuk Ali (Children Of Heaven) yang hanya ingin menjadi juara ke-2 karena hadiahnya adalah sebuah sepatu yang ia bisa berikan pada adiknya, menurut Sid si kukang dalam film kartun Ice Age " Satu adalah angka yang paling kesepian! " Dan aku setuju dengan kata-kata itu.

Mungkin karena aku bukan seseorang yang ambisius dalam mendapatkan sesuatu, bukan juga orang yang ingin selalu lebih unggul dari pada orang lain. Sehingga aku merasa alangkah sedihnya menjadi #1, sendirian dan tanapa teman.



Namun,,,
Dulu aku pernah menjadi #1, berdiri sendiri tanpa ada yang menemani.
Sepi dan sunyi...
Suatu hari ada angka #1 lainnya yang datang menghampiriku
menawarkan sekeranjang persahabatan...
Di keranjang itu aku lihat penuh dengan sesuatu yang berwarna-warni yang sebelumnya tidak pernah aku lihat
Aku pun menerima persahabatannya dengan suka cita
Kami menjadikan #1 menjadi #2..
Saat itu aku tidak lagi sendiri,,,
Aku tidak khawatir lagi saat harus menatap terang maupun gelap
Karena saat aku menoleh, ia selalu ada disisi ku dengan keranjangnya yang penuh warna..

Namun ketamakan ku pun timbul...
Aku tidak ingin ia membagi keranjang penuh warnanya itu pada orang lain, cukup aku saja, cukup kita berdua saja...
Hufffhhh, aku begitu takut ia pergi dan membagi keranjang kebahagiaannya dengan orang lain.
Tapi aku pun sadar bahwa cepat atau lambat ia pasti akan meninggalakan ku..
Dan aku pun menjadi angka #1 kembali..
Angka #1 yang sedah berbeda dari sebelumnya
Angka #1 ku kini sudah berwarna-warni, tidak suram lagi...
Aku bahkan belajar untuk menjadi bukan hanya #2, namun 3, 4, 5 bahkan 10...



Kini aku merasa tidak lagi menjadi angka #1
Namun dia...
Angka #1 dengan keranjang kebahagian (ku) itu...
Terlihat kesepian..sendirian.. seperti aku dulu...

Aku ingin menawarkannya sepiring, hanya sepiring kebahagian, karena memang hanya itu yang ku miliki...
Aku tidak ingin melihatnya kesepian,,,
Karena itu aku datang...
Menemaninya seperti ketika dulu ia datang menawariku sekeranjang penuh kebahagiaan...

^.^



















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar