Jumat, 03 Februari 2012

Bersyukur = Bahagia

Seseorang orang teman selalu mengeluh, tentang bagaimana ia merasa menjadi orang yang 'amat-sangat' tidak beruntung didunia ini, hal itu ia lihat dari bagaimana kisah cintanya selalu selasai bahkan sebelum dimulai. Treagis memang, tapi apa hanya karena masalah cinta-cintaan (yang menurut saya) yang sepele seseorang lantas merasa bahwa ia makhluk yang dikutuk dengan ketidak beruntungan?? Naif sekali..



Pertama karena hidup bukan hanya tentang cinta, sekalipun begitu banyak cinta bertebaran dimana-mana,  tidak melulu tentang cinta seorang pria kepada wanita, tapi hidup kita dilingkupi jutaan cinta yang jauh lebih universal, cinta ibu kepada anaknya, cinta guru kepada muridnya, cinta binatang pliharaan kepada majikannya, ingat film Hatchiko? Betapa cinta sangat luas jangkauannya. 

Kedua, apa pernah kalian mendengar seseorang berkata "Jangan terlalu sering melihat keatas, tapi lihatlah kebawa". Lihat lah berapa banyak orang yang berharap ada diposisi kalian saat ini, posisi yang kadang kalian anggap sebuah ketidak berunungan. Ironis sekali...

Beberapa hari yang lalu, seorang teman pernah bertanya 'Pernah gak lo ngerasa menjadi orang yang paling beruntung didunia ini?' Jawabannya tentu saja saya merasa teramat sering menjadi orang yang bigitu beruntung didunia ini. Bayangkan saja, berapa banyak cinta yang saya dapatkan sejak kecil dari kedua orang tua, dari saudara, cinta kasih dari keluarga, jika dibandingkan dengan orang-orang yang mimiliki keluarga yang jauh lebih harmonis 'Mungkin' semua yang saya dapatkan bukan lah apa-apa, tapi diluar sana, entah berapa puluh jiwa kekurangan bahkan tidak mendapatkan secuil kasih sayang seperti yang saya rasakan. 

Teman-teman yang selalu menghadirkan tawa disaat dunia begitu menakutkan, pacar yang selalu menyediakan bahunya untuk bersandar sedetik saja ketika kelelahan menghadapi hidup yang memusingkan, serta sahabat yang selalu setia.Terlepas dari segala kepahitan yang ada, alangkah beruntungnya hidup saya, betapa Allah begitu menyayangi setiap hambanya.

Dari semua ini, beruntung maupun tidak, bahagia atau pun tidak, semua kembali dari bagaimana kita menghargai apa yang kita miliki. Bersyukur atas apa yang Tuhan berikan, karena segalanya akan mengantarkan kita pada apa yang seharusnya kita miliki dan pelajari.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar