Minggu, 27 Mei 2012

BAMBINO

Siapa yang ngaku fansnya Matsumoto Jun? Personel boy band Arashi asal negeri para samurai ini juga dikenal berkat didunia pertelevisian, aktingnya sebagai Sawada (Gokusen) dan Tsukasa (Hana Yori Dango), mencuri perhatian dari banyak kalangan. Awalnya aku malah gak pernah tau kalau MatsoJun juga seorang penyanyi, hehehe...

Bambino sendiri merupakan dorama garapan tahun 2007 yang diangkat dari manga dengan judul yang sama. Ceritanya berkisar tentang kehidupan Ban Shogo (Matsumoto Jun) yang bekerja sebagai seorang tukang masak disebuah restoran kecil didaerah Fukuoka, kalau gak salah tepatnya di Hagata. Atas saran dari atasannya direstoran itu, pada liburan musim panasnya kali ini Ban akhirnya memutuskan untuk pergi ke Tokyo untuk mengejar cita-citanya sebagai seorang chef. Ban yang *pada awalnya* bangga pada kemampuan dan bakat memasaknya berniat untuk mengasah skillnya dalam membuat pasta di Baccanale Tratoria sebuah Restoran Italia ternama di kota Tokyo.



Namun apa yang terjadi di Baccanale Tratoria? Jangan kan menjadi Chef, diberi kerjaan memasakpun gak...hehehehe. Ban kaget banget dengan sistem kerja di tempat barunya ini, segalanya berjalan cepat dan seolah semua orang bergerak dengan cara menyesuaikan dengan gerakan orang lain. Agak lebay gitu liat orang mondar-mandir dengan gerakan yang lebih seperti menari satu sama lain, plus ditambah backsoundnya italiano gimanaaa geto,,, hehehe.

Pada awal tugasnya Ban yang PeDe banget sama kemampuannya ini ditugaskan untuk membuat brodo (semacam kaldu yang digunakan untuk setiap masakan Italia) oleh pemilik resto tersebut dengan pengawasan dari Katori (kebetulan Ban langsung didaulat sebagai asistennyaia Katori), tetapi gagal, karena berbau darah, sehingga dia merasa tidak berguna dan disinilah dia menyadari keangkuhannya. Ban menyadari bahwa kemapuannya belum apa-apa, makanya tadi aku bilang tukang masak,,,not chef!. Saat dia kembali ke resto tersebut, pemilik resto tersebut memberi dia nama BAMBINO = Kau tidak bisa lakukan apapun sendirian seperti bayi yang baru dilahirkan. Mulai dari sinilah semua orang mulai memanggilnya Bambi.



Setelah menjadi asisten koki (baca : tukang cuci piring) Ban ditugaskan dibarisan terdepan restoran yaitu sebagai waiters, wkwkwk, kontan saja dia protes, karena yang diinginkannya adalah memasak. Namun akhirnya Ban membulatkan tekatnya untuk menerima apapun yang ditugaskan, ia berusaha menerima pekerjaan sebagai waiters, belajar tersenyum dan bergerak seirama dengan pekerja lainnya tidak lah mudah. Ditambah lagi saat ia harus melayani seorang tamu VIP yang buaaawelll banget, si Bambino ini jadi parno liat si tamu itu. Sekalipun akhirnya, well, dia berhasil membuatnya terkesan. 

Gak sampai disitu masalahnya, karena belum apa-apa, liburan Bambi berakhir. Dia gak rela keluar dari restoran ini tanpa ilmu apapun, hehehe, ilmu waiters sama cuci piring doang yang dia dapet. Hohohoho, kat berada di Fukuoka, Ban pun memutuskan untuk berhenti kuliah, bahkan memutuskan hubungannya dengan sang kekasih. Hwaaah, pann ada hape kali, ada skype, lagian masih sama-sama di Jepang pula. Lebay deh... 



Sekembalinya, Bambi memiliki semangat baru. Dia bukan lagi orang yang kesal dan menolak untuk diberi pekerjaan. Ban malah merasa senang dengan semua tugas baru yang diberikan, karena itu berarti ia memiliki kesempatan untuk belajar. Seperti ketika pengurus bagian desert yang 'agak' aneh, mengalami patah tangan, Ban ditugaskan untuk membantunya. Chef satu ini memang terkenal lebih suka bekerja sendiri, berkali-kali ia bikin adonan dengan niat tulus ingin membantu tapi selalu ditolak, karena dianggap tidak sesuai. Ban pun datang ke rumahnya untuk menemani sang chef belanja buah-buahan, sampai akhirnya ia menemuka buku resep yang ditulis sendiri oleh si chef. Wihh, enak-enak kayanya.

Dorama ringan ini sebenarnya sih gak terlalu spesial sih, gada cerita yang meegangkan atau berlebihan, khas Jepang lah ya.. simple. Tapi tetep punya nilai lebih. Selain bisa menikmati Matsumoto Jun tentunya. Hehehe...


Pic : Google

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar