Sabtu, 12 Mei 2012

My Sister's Keeper

"When I was a kid, my mother told me that I was a little piece of blue sky that came into this world cause she and dad love me so much"


Begitulah sepenggal kata yang diucapkan oleh seorang gadis kecil bernama Anna Fitzgerald diawal cerita. Menurutnya semua bayi yang ada didunia ini terlahir karena hasil dari ke tidak sengajaan orang tuanya, yang berpesta, mabuk-mabukan, dan Baaammm... terlahirlah seorang anak. Hanya orang-orang yang memiliki 'masalah' yang merencanakan memiliki seorang anak. " Dan aku, adalah anak yang lahir bukan dari ke tidak sengajaan..I born for a particular reason!!"



Asliii, mewek nonton film yang satu ini. Baru mau menulis sinopsis film ini, tapi udah kebawa sedih... 
(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)... Iks..iks..iks...

Film garapan sutradara Nick Cassavettes yang diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama ini bercerita tentang sebuah perjuangan....hmmm, bukan hanya perjuangan Anna, tapi juga seluruh keluarganya.

Didalam keluarganya Anna memiliki dua orang kakak, seorang kakak perempuan bernama Kate, dan kakak laki-lakinya bernama Jesse. Ayahnya (Brian diperankan oleh Alex Baldwin) adalah seorang pemadam kebakaran, sedangkan istrinya Sara (Cameron Diaz) adalah seorang pengacara yang sejak putri tertuanya Kate jatuh sakit  memutuskan untuk berhenti bekerja dan hanya fokus mengurus anak-anaknya. Keluarga Fitzgerald bisa dibilang keluarga yang harmonis, mereka dekat satu sama lain. 
 





Satu-satunya akar masalah dikeluarga itu hanyalah Kate yang sejak kecil jatuh sakit dan dinyatakan oleh dokter mengidap Leukemia, dan itulah alasan Anna dilahirkan... (Iks...iks... aku udah nangis nihhhh...) Untuk dijadikan pendonor bagi sang kakak, penyelamat bagi hidup Kate yang sekarat. Sejak dilahirkan Anna sudah menyumbangkan banyak bagian dari tubuhnya untuk mempertahankan kehidupan Kate, puluhan operasi dan transfusi darah. 

Suatu ketika Kate batuk-batuk dan mengeluarkan banyak darah, kondisinya semakin parah, dan dokter menyatakan bahwa Kate mengalami gagal ginjal, yang artinya...Anna harus siap-siap merelakan satu ginjalnya untuk disumbangan pada Kate. (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)





Tanpa diduga, kali ini Anna menolak. Bahkan tanpa sepengetahuan orang tuanya ia meminta bantuan hukum dari seorang pengacara. Sara pun kaget dan marah besar saat mendapatkan surat dari pengadilan prihal tuntutan Anna untuk mendapatkan kebebasan atas tubuhnya sendiri, ia tidak ingin menyumbangkan lagi bagian tubuhnya untuk sang kakak. Sara benar-benar frustasi, ia marah kepada Anna dan tidak percaya bahwa anaknya sendiri menuntutnya, ia percaya Anna tidak akan tega melakukan itu pada kakaknya sendiri, Kate sedang sekarat, Kate membutuhkannya, Kate kakakmu. Namun Anna berkata jika ia ingat kata-kata dokter, bahwa jika ia menyumbangkan ginjalnya, maka ia harus selalu berhati-hati dengan hidupnya kelak, siapa yang mau hidup seperti itu?? jawabannya tentu tidak ada, tapi Sara tetap pada pendiriannya dan Anna berkata "I'm important too,Mom, I'm important too!"






Sementara itu Kate yang berda dirumah sakit sedang melihat-lihat album kenangannya bersama keluarganya, ia tahu bahwa cepat atau lambat penyakitnya ini akan membunuhnya. "I don't mind my disease killing me, but it's killing my family, too."...Kate merasa sedih dan bersalah pada keluarganya, karena terlalu memperhatikan kesehatannya kedua orang tuanya bahkan tidak tahu kalau Jesse mengidap Disleksia. "Maafkan aku Jesse, aku merenggut semua perhatian saat kau juga membutuhkan itu"

Kate merasa bersalah juga pada ayah dan ibunya, ia meminta maaf, karena dirinya Sara melepaskan segalanya, berjuang mati-matian untuk dirinya, tapi tetap saja ia akan kalah (pada kematian Kate). Lalu saat album itu sampai pada foto Anna, Kate berkata " maafkan aku telah membiarkan mereka menyakitimu, maafkan aku karena tidak melindungimu, harusnya aku yang menjagamu..."




Sara pun menghadapi persidangan melawan putrinya sendiri, menurutnya Anna tidak seharusnya menuntut untuk sebuah 'kebebasan dalam mengambil kepustusan' karena Anna masih dibawah umur. Namun, pengacara Anna menjabarkan tentang segala macam operasi yang telah dijalani Anna bahkan sejak ia baru dilahirkan, ia mengingatkan Sara bagaimana hal itu (pemeriksaan medis) menyakiti Anna. Sara berkata ia adalah seorang ibu, ia tidak mungkin tidak memikirkan anak-anaknya, namun bukan hanya ada Anna, ia harus memikirkan Kate, dengan cara apapun ia ingin melindunginya. Perdebatan hebat antar keluarga dihadapan persidangan membuat Jesse hilang kesabaran, ia pun akhirnya buka mulut ketika Sara yang menjadi pengacara untuk dirinya sendiri (enak banget gak perlu bayar orang...hehehe) terus saja mendesak Anna. Sara meminta Anna menjelaskan alasan yang sebenarnya, ia tahu bahwa Anna bukanlah orang yang bisa membiarkan kakaknya menderita, ia menyanyangi Kate. Lalu Jesse berkata, "Kate yang memintanya, Kate yang ingin mati. Kau harus merelakannya Mom..."






Sara tidak percaya kalau itu yang diinginkan Kate, namun suaminya berkata bahwa Kate sudah ratusan kali mengatakan hal itu, namun Sara lah yang tidak pernah mau mendengarkannya.Sara menangis ketika Kate memberinya album yang ia buat sendiri, lalu berkata "semuanya akan baik-baik saja mom...". dan Kate pun meninggal..

Selepas kepergian Kate, segalanya kembali seperti sedia kala, Sara kembali bekerja sebagai pengacara. Setiap tahun mereka akan kesuatu tempat untuk merayakan ulang tahun Kate bersama.

 "Once upon a time I thought I was put on earth to safe my sister. And in the end I couldn't do it. I realize now that wasn't the point. The point was I had a sister. She was fantastic. One day I'm sure I'll see her again. But until then our relationship continues..."

Notes:

Ikss...iks...iks....
 Sedih, sesedih sedihnya deh...horor banget sedihnya. Aku meski udah nonton beberapa kali tetap aja selalu mewek dari awal sampai akhir, tiap kali nonton film ini. Sang penulis Jodi Picoult menyuguhkan cerita keluarga yang menguras air mata, bohong kalau sampai ada yang gak nangis nonton film satu ini. High Recommended!! Dari karakter maupun alur ceritanya pas banget, sesuai, gak berlebihan, dan touching. 

Perasaan dibikin campur aduk. Awalnya aku merasa tokoh Sara yang diperankan oleh tante Cameron Diaz itu adalah karakter yang pilih kasih, seolah-olah dikepalanya hanya ada Kate,Kate,Kate,dan Kate, sementara anaknya yang lain tersisihkan. Aku sampai gak habis fikir kenapa ia bisa tega meminta Anna untuk 'berbagi' bagian tubuhnya untuk Kate. Oke lah Kate itu sakit dan sekarat, tapi kan Anna juga tersakiti dengan seperti itu. Bayangin dong, sejak dilahirkan dia sudah menyumbangkan bagian tubuhnya untuk kate, belum lagi di umur 5 tahun Anna mendonorkan sumsum tulang belakang sampai menyebabkan dia kolaps. Gosh... Horrible banget kan?! Jadi ingat waktu Sara bilang bahwa ia hanya berusaha berjuang untuk anaknya (Kate), lalu si pengacara bilang 'lalu siapa yang berjuang untuk Anna?'. Dalem...





Namun seiring filmnya, pada akhirnya aku bisa merasakan perasaan dari tokoh Sara. Alasan Sara bersikap seperti itu hanya satu, karena dia seorang ibu. (ikss..iks...I love U mom!!!) Dengan cara apapun dan bagaimanapun, Sara akan berjuang dan berusaha untuk anaknya. Mungkin andaikan dia mampu menggantikan Anna menjadi pendonor bagi Kate, Sara akan melakukannya. Jangankan hanya ginjalnya, nyawanya sekalipun mungkin akan rela ia berikan untuk menyelamatkan hidup Kate. Hhiaaaahhhhhhh....iks...ikss...*Nangis guling-guling* Dan pandangan ku kalau Sara sama sekali tidak menyayangi Anna (Yang anak hasil instalasi : pembuahan diluar/terencana) sebesar ia menyayangi Kate, adalah salah total. Karena sekalipun Anna adalah anak yang diprogram untuk menyelamatkan hidup Kate, tapi Anna tetap darah dagingnya, gak ada seorang ibupun didunia ini yang tidak mencintai darah dagingnya.

 



Kate sendiri ternyata merasa bahwa dirinya mendominasi perhatian dan kasih sayang ibunya, ia tahu bahwa Sara tidak akan melepaskannya, Sara tidak akan pernah berhenti dan membiarkannya mati. Karena itulah ia meminta kepada Anna untuk menolak mendonorkan ginjalnya. Anna yang sangat sayang pada kakaknya tidak menolak permintaan sang kakak, bukan karena ia tidak ingin merelakan satu ginjalnya, tapi karena tidak tega melihat kondisi Kate yang terus memburuk.

Oh God, What a beautiful drama....
Banyak banget pelajaran yang aku dapat, belajar dari sudut pandang seorang anak, ibu, dan semua orang. Buat yang belum pernah nonton film ini, wajib banget deh ditonton, dijamin nagis bombai...



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar