Selasa, 12 Juni 2012

Lips Touch Three Times

Hari ini lagi asik mereview buku, salah satu hobi aku selain nonton adalah baca buku. Banyak hal terjadi didalam buku. Buku tidak hanya menjadi gudang dari pengetahuan, namun juga sketsa dalam bentuk tulisan yang menyimpan banyak mimpi, khayalan, dan kenyataan yang melebur menjadi satu keindahan. Nah satu buku lagi yang mau aku review adalah buku terakhir yang aku beli, judulnya Lips Touch : Three Times.



Novel fiksi karangan Laini Taylor yang merupakan penulis best-seller serial Dreamdark, ini berkisah tentang tiga orang perempuan dengan kutukan kematian yang nyaris serupa namun berbeda. Gadis pertama bernama Anamique, gadis ini sejak kecil tidak pernah mengeluarkan suara, bahkan desahan nafasnya pun tidak pernah terdengar, ia dikutuk oleh seorang penyihir tua yang mengikat janji dengan seorang iblis dineraka demi menyelamatkan 20 nyawa anak-anak tidak berdosa yang terkurung di sebuah Gua. Sepanjang hidupnya ia tidak pernah berbicara, karena sekali ia mengeluarkan suara, orang-orang disekitarnya akan mati.

Gadis kedua bernama Kizzy, seorang siswi SMU yang tinggal dengan keluarganya yang aneh, mereka mempercaai hal-hal gaip, semacam iblis dan goblin yang dapat mengambil nyawa mu dengan sekejab. Suatu hari ia jatuh hati pada seorang pemuda pindahan disekolahnya. Sebuah awal dimana ia menjemput kematiannya sendiri.

Yang ketiga bernama Esme, eitsss...bukan vampire ya. Hehehe, namun Esme yang ini juga hidup dengan dikelilingi makhluk-makhluk gaip dan supranatural. Ia sering mendengar lolongan srigala dikala malam (mungkin itu Jacob Black..Xixiiixixi). Enam hari sebelum ulang tahunnya yang ke enam belas, mata kiri Esme berubah dari warna coklat ke warna biru. Sementara ibunya selalu menyembunyikan asal-usul mereka, bahkan menyembunyikan diri dari masyarakat. 

Tiga Gadis, Tiga Ciuman, dan Tiga cinta yang menabjubkan...


Buat penyuka fiksi, pasti suka novel ini, cuma kendalanya bahasanya terlalu berat, entah terjemahannya yang terlalu berat atau memang novelnya sendiri yang terlalu 'sastra'. Hehehe,,,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar